First Drive : Mercedes Benz C350e

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

The best or nothing, ya merupakan slogan dari perusahan otomotif tertua asal Jerman, Mercedes Benz. Dalam jangka beberapa tahun kedepan mobil dengan energi terbarukan akan terus bermunculan seiring insentif yang akan ditrapkan oleh pemerintah dimulai dari peningkatan emisi ke euro 4 hingga carbon tax, yang dimana mobil dengan mesin hibrida akan diberikan insentif pajak sehingga memiliki harga yang bersaing bahkan setara dengan kendaraan berbahan bakar fossil.

Click Download to save this image

 

Pada tahun ini Mercedes Benz nyatanya berkonsentrasi terhadap Mobil listrik dengan memperkenalkan varian Electric Vehicle seperti C dan E. Memang kehadiran di Indonesia tergolong terlambat dibandingkan dengan pesaing utamanya yaitu BMW yang mulai memperkenalkan varian i8 di 2014 silam. Tapi, strategi dan formulasi Mercedes Benz dalam memperkenalkan mobil plug in Hybrid nya dengan menghadirkan varian C350e untuk mengedukasi masyarakat akan kendaraan dengan teknologi masa depan ini dan nantinya jika permintaan dan kebutuhan sudah terpenuhi maka akan dijual secara umum ke konsumen.

Mercedes Benz C350e memang tidak akan diperjualbelikan dalam waktu dekat, namun kami mendapat kesempatan dimana kami dapat mencoba mobil plug in hybrid ini. Bagaimana rasa berkendaranya? Let’s check this out!

Click Download to save this image
Posisi Charging Station terdapat di bagian belakang mobil sehingga memudahkan pengisian bahan bakar

Dari penampilan keseluruhan tidak ada perubahan yang mencolok sama sekali secara sepintas, namun perubahan yang terasa sangat berbeda terdapat pada bagian kaki-kaki, selain dibekali ban berukuran besar 19 inci, juga kaliper rem nya sangat besar sekali yang berfungsi untuk melakukan brake regenerative sehingga listrik terisi saat tenaga mesin yang terbuang dapat dikembalikan. Selain itu, di bagian belakang tersedia charging untuk mengisi listrik mobil ini.

Click Download to save this image
Yang membedakan antara varian elekrik dengan bensin hanya ban dan velg 19 inci dan kaliper rem yang memiliki teknologi brake regenerative system

Berkat sistem plug in hybrid, C350e ini menyediakan empat jenis mode sistem operasi mesin yaitu Hybrid yang mampu menggabungkan mesin dan motor listrik, E-Mode yang dapat melajukan kendaraan secara full elektrik, save untuk  mengefisiensikan kedua mode operasi dan charging yang dimana saat kita melakukan pengereman mobil ini akan melakukan brake regenerative.

Kami sangat suka rasa berkendaranya saat berada pada mode full elektrik
Kami sangat suka rasa berkendaranya saat berada pada mode full elektrik

Saat kami mencoba mode full elektrik terasa bahwa tidak ada suara yang ada pada mesin selain suara audio yang merdu, dan ac juga tidak ada suaranya sama sekali, tidak hanya itu keheningan kabin seakan-akan terkadang membuat anda tidak percaya bahwa kita sedang melajukan sebuah mobil. Saat mode hybrid dimana mesin dan motor listrik bekerja terasa respons mesin terasa sangat instan dan konstan tanpa ada jeda sekalipun, namun ketika mode save diaktifkan semua kerja mesin akan dioptimalkan untuk efisiensi sepenuhnya dan di mode  charging segala tenaga yang terbuang akan disalurkan kembali sehingga motor listrik dapat terisi. Singkatnya adalah, tenaga mesin sebisa mungkin dioptimalkan.

Walaupun begitu, impresi yang sangat kami sukai ketika kami berkendara di mode full elektrik dimana kesan kami seakan akan melaju tanpa ada paksaan dan kami merasa ada ketenangan dalam mengenarai mobil ini, terlepas dalam mode elektrik mobil ini hanya mampu melaju sebanyak 33 Km, namun untuk kami hanya melakukan kegiatan harian saja sudah cukup, namun jika fitur Hybrid dioptimalkan maka performa yang disajikan dari mobil ini terasa sangat instan.

Selain kecanggihan akan Mesin Plugin Hybrid nya, Mercedes Benz juga menyertai fitur parkir otomatis baik lateral maupun paralel dan juga fitur dan kecanggihan dari varian C non plugin tetap dipertahankan.

Mesin ini walaupun hemat bahan bakar, namun untuk soal performa tidak bisa dibilang main-main
Mesin ini walaupun hemat bahan bakar, namun untuk soal performa tidak bisa dibilang main-main

Selain mode berkendara, hal yang membedakan adalah hadirnya baterai yang berada di bawah kolong mesin dan memanjang dari bagian depan ke belakang. Sekedar informasi, Mercedes Benz C350e dibekali mesin empat silinder 2000 cc dengan tenaga 211 Hp beserta motor listrik 82 Hp.

Saat ini, Mercedes Benz masih menganalisa kelayakan apakah mobil ini layak untuk dijual dan apakah Pemerintahnya mendukung terhadap produk yang menjadi masa depan untuk mengantisipasi krisis Energi yang diakibatkan menipisnya bahan bakar fossil. Untuk unit tes yang kami gunakan adalah C350e yang diimpor secara utuh dari Malaysia.

 

About Reyhan Apriathama 89 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.