Komparasi : Honda BR-V vs Toyota Rush vs Daihatsu Terios

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Komparasi : BR-V vs Rush vs Terios

AutoPlusID.com – Dengan hadirnya Honda BR-V mendampingi saudaranya, Mobilio dan HR-V, ia seperti menggabungkan keunggulan kedua saudaranya tadi. Akomodasi luas dengan 7 slot penumpang plus desain keren sekaligus gagah membuatnya diprediksi akan menjadi volume maker baru Honda. Apalagi dengan dijadikannya Honda Mobilio menjadi taksi, memberikan alternatif bagi konsumen yang malu pakai mobil yang sama dengan taksi.

Dengan akomodasi 7-seater dan desain ala SUV tentunya senada dengan sepasang kembar tetangga, yakni Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Karena terguncang dengan kompetitor, pada Maret 2015 dilakukan operasi facelift dengan ubahan yang cukup mencolok pada Rush dan Terios. Disini kita akan membuktikan apakah kedigdayaan duo Toyota-Daihatsu tersebut akan tumbang di tangan anak baru, atau justru sebaliknya?

Desain Eksterior

Eksterior

Oke, dari ketiganya, tidak banyak yang protes soal desainnya. Berarti bisa dibilang desain eksterior mereka aman-aman saja, dalam artian tidak kontroversial.

Honda BR-V misalnya, walaupun cuma Mobilio yang ditinggikan dan diubah rupanya, ia terlihat lebih ganteng dari saudaranya itu. Kalau dipikir-pikir, depannya mirip Honda CR-V.  Namun, banyak orang mengeluhkan BR-V ini terlalu overchrome, apalagi sebagai sebuah crossover yang tidak seharusnya keliatan bling-bling begini.

Ke samping, aura Brio dan Mobilio masih cukup kental lewat garis bahunya. Tapi Honda masih punya niat untuk mengubah sampingnya dengan sedikit merubah lekukan di pintu depan dengan ‘membelokkan’ garis di bagian bawah dan mengubah desain kaca belakang yang awalnya pada Mobilio dibuat menyambung ke kaca belakang. Untuk tipe S dan E dapat pelek model kipas, yang Prestige sudah kembali normal. Cuma yang patut diperhatikan ukuran baut atau PCD BR-V beda dengan Mobilio, 5 x 114 bukan 4 x 100. Kami tak melihat alasan kuat untuk penggantian ukuran itu kecuali sekadar estetika.

Di belakang, masih terlihat common part dari Mobilio, yakni kaca belakang. Tapi disini kaca tersebut dibikin lebih tegak biar lebih kental aura SUV-nya. Sisanya sudah berubah, dan yang unik adalah penempatan plat nomor yang agak kebawah sehingga menyisakan gap cukup besar antara kaca belakang dan garnish chrome plat nomor. Yang cukup aneh adalah stoplamp yang dihubungkan dengan garnish chrome (lagi), kurang pas rasanya.

Beralih ke Toyota Rush yang sudah genap sepuluh tahun dipasarkan dengan bodi yang masih sama saja. Dengan facelift yang masih belum lama dilakukan, bumper depan-belakang, gril, lampu depan-belakang, tutup ban serep dan aerokit alias bodykit diganti. Dan bila anda teliti, anda bisa lihat bentuk lampu depan juga diubah, di dekat gril dibuat sedikit menukik. Kami menyukainya.

Di samping tak banyak yang diubah kecuali aerokit. Oh ya, setiap tipe Rush sudah diberikan aerokit, namun untuk tipe TRD Sportivo beda desain. Dua catatan bagi Rush, garis bahunya cukup membosankan dengan garis lurus. Maklum, karena patut diingat mobil ini belum ganti generasi selama 10 tahun. Moga-moga sebentar lagi diganti. Satu lagi, walaupun bagus tapi tak semua orang suka pelek model kipas ala Honda.

Dibelakang, ubahan yang paling noticeable cuma stroplamp bening LED. Kami rasa Toyota dan Daihatsu cukup berani memberikan lampu LED karena ukurannya yang cukup kecil sehingga secara cost tak banyak meningkat. Selain itu ya ban serep yang dibikin asimetris.

Untuk Daihatsu Terios, tentu tak banyak berbeda dari Rush kecuali pada aerokit, gril, tutup ban serep, pelek, emblem dan hal-hal kecil lainnya. Ia diberikan aerokit depan yang berbentuk seperti muka robot yang juga dipasangi lampu LED kecil alias DRL serta garis chrome ekstra di gril.

Penilaian Desain Eksterior :

Honda BR-V 9/10

Toyota Rush 7.5/10

Daihatsu Terios 7.5/10

Desain Interior

Interior Honda BR-V vs Toyota Rush vs Daihatsu Terios

Masuk ke dalam, ketiga mobil ini diberikan kelir hitam seperti kebanyakan SUV lainnya. Nah kami disini akan membahas aspek desainnya terlebih dahulu, sementara soal kelegaan atau kepraktisan masuk ke aspek akomodasi.

Mulai dari BR-V, ia diberikan dasbor yang sangat mirip Honda Jazz dan Honda City terbaru. Keuntungan yang didapat adalah memungkinkan Honda menggunakan part yang sama dengan dua mobil tadi sehingga mereduksi biaya R&D dan biaya produksi.

Namun pada BR-V di Indonesia setirnya common part dengan Brio dan Mobilio. Cukup disayangkan karena BR-V di Thailand telah dipasangi setir Honda Jazz generasi kedua. BR-V telah mendapatkan head unit in-dash yang juga dapat menyebarkan partikel nanoe untuk meningkatkan kualitas udara di kabin.

Jok yang dipasang di BR-V berbeda dengan Mobilio karena kini headrest-nya terpisah dengan badan jok-nya. Telah dilengkapi seatbelt di ketiga barisnya dan ISOFIX untuk mengaitkan child seat ke jok. Dan ngomong-ngomong, kami suka dengn motif joknya.

Pindah ke Rush yang pada dasarnya tak berubah di dasbor. Masih berdesain mengotak, dna jujur kurang terlihat seperti dasbor mobil baru. Tapi anda mungkin akan terhibur dengan head unit 2-DIN touchscreen. Dan satu lagi, kayaknya card holder dibawah lubang AC itu berguna juga.

Joknya walaupun tak se-suportif BR-V, tapi lebih tebal dari rivalnya tadi. Namun sayang jok baris ketiga tidak diberikan seperangkat sabuk keselamatan di saat para pabrikan berlomba-lomba memberikan fitur keselamatan. Bukan masalah besar sih, karena bangku paling belakang akan jarang diisi kecuali anda menggunakan mobil ini buat jemputan atau mobil travel.

Untuk Terios diberi perbedaan pada dasbor dimana aksen silver milik Rush diganti jadi warna piano black yang mengilap. Satu lagi, motif jok juga dibedakan. Sisanya, selain logo di setir tak ada yang berbeda.

Penilaian Desain Interior

Honda BR-V 8.5/10

Toyota Rush 7/10

Daihatsu Terios 7/10

Akomodasi

Kabin

Berkat kursi tipis, space di Honda BR-V bisa lebih optimal. Kelegaan kabin memang sudah menjadi tujuannya dari awal, diturunkan dari Mobilio yang memang membutuhkan aspek tersebut biar bisa bersaing. Duduk di baris ketiga pun masih nyaman untuk tinggi kurang dari 170-an. Bahkan bila kursi baris kedua dimajukan, penumpang belakangnya bisa selonjoran. Sekali lagi, kalau tingginya kurang dari 170 cm.

Bagasinya BR-V juga masih luas dengan ukuran 42 x 125 x 65 cm, sehingga didapat volume bagasi sekitar 341,25 liter. Sayang kami tak menemukan data ukuran bagasi Rush-Terios. Yang pasti duo Toyota-Daihatsu itu punya bagasi yang lebih kecil.

Untuk Rush dan Terios dilengkapi jok yang lebih tebal, maklum 10 tahun yang lalu penurunan kualitas dan sunatan fitur belum ngetren saat itu. Yang cukup menarik adalah penempatan jok baris kedua yang tinggi, dengan tangki bensin terpatri dibawahnya. Kedua mobil kembar ini tak diciptakan untuk akomodasi, buktinya di luar negeri disediakan pula Rush-Terios dengan buntut yang lebih pendek. Jok baris ketiganya agak lebih sempit dibanding BR-V, karena memang sedikit dipaksakan.

Penilaian Akomodasi

Honda BR-V 9/10

Toyota Rush 8/10

Daihatsu Terios 8/10

Fitur

Mulai dari fitur aksesori eksterior, BR-V dilengkapi pelek 16 inci, projector headlamp dengan DRL (yang menurut Honda adalah LED Light Guide), shark fin antenna (Prestige), chrome di sekujur tubuh termasuk pada knalpot, roof rail dan front, side, rear dan roof spoiler khusus tipe Prestige. Yang  aneh, BR-V tak dipasangi sensor parkir oleh HPM.

Masuk kedalam, sudah ditemukan head unit touchscreen khusus tipe E dan Prestige yang bisa connect ke Bluetooth, iPhone, Android, HDMI dan memutar dari CD/DVD, USB, AUX dan iPod serta menampilkan display kamera parkir. Head unit ini juga bisa menyebarkan partikel nanoe khusus tipe Prestige.

Ada juga digital AC untuk tipe E dan Prestige, steering switch control, eco indicator, wave key system, namun sayangnya fitur start/stop button disunat oleh HPM. Untuk tipe E CVT dan Prestige juga ada Hill Start Assist (HSA) dan Vehicle Stability Control (VSC). Dua airbag, ABS, EBD, dan ISOFIX tersedia di semua tipe.

Di Rush, anda mulai dari tipe G saja sudah dapat aero kit. Beda dengan BR-V, boykit yang digunakan sewarna bodi. Lalu anda juga dapat pelek 16 inci two-tone model kipas, projector headlamp juga dengan LED, spion kiri tambahan di dekat kap mesin, roof rail, dan lampu belakang clear LED. Untuk tipe TRD Sportivo diberikan aero kit yang berbeda dan stiker pintu samping. Sensor parkir sudah jadi standar pada Rush.

Di interior sudah ada head unit yang dapat memutar DVD, USB, iPod, Bluetooth, input AUX dan ditemukan pula aplikasi M-TOYOTA yang menyediakan list dealer Toyota dan ada pula pengatur tombol audio setir. Tidak ada navigasi, kamera parkir ataupun air gesture seperti pada Yaris dan Innova. Pengaturan AC masih manual, dan juga ditemukan dua airbag, ABS serta ISOFIX.

Lalu ada Terios yang cuma tipe R Adventure yang dipasangi aero kit. Sementara tipe R hanya diberikan overfender dan tipe X tidak dipasangi sama sekali. Sama seperti Rush, ia punya projector headlamp dengan LED dan pelek 16 inci, namun dengan model yang berbeda. Ada pula roof rail yang ada mulai tipe R, dan lampu belakang LED.

Head unit yang dipakai beda dengan Terios, lebih bagus karena pengoperasiannya lebih smooth dan colokan USB serta AUX-nya diletakkan terpisah dari head unit dengan alasan estetika. Plus, untuk tipe R Adventure sudah dilengkapi kamera parkir. Head unit tersebut juga bisa dioperasikan lewat steering switch control. Dua airbag dan ABS telah menjadi standar.

Penilaian Fitur

Honda BR-V 8.5/10

Toyota Rush 8/10

Daihatsu Terios 8/10

 

Performa Mesin

Honda BR-V ditenagai mesin 1.497 cc i-VTEC PGM-FI SOHC yang dapat menghasilkan tenaga 120 hp di putaran mesin 6.600 dan torsi maksimum 145 Nm pada rpm 4.600. Mesin tersebut memiliki tanggung jawab untuk menghela bobot 1.210 kg.

Sementara Toyota Rush dan Daihatsu Terios ditenagai mesin yang identik, yakni 1.495 cc VVT-i DOHC yang memuntahkan 109 hp @ 6.000 rpm serta torsi 141 Nm @ 4.400 rpm. Mesin tersebut disuruh menarik Rush atau Terios yang beratnya sekitar 1.200 kg.

Bila dihitung power per weight ratio, maka BR-V menang dengan angka 10,08 kg/hp. Sementara Rush dan Terios mendapat figur 11 kg/hp. Perlu diingat bahwa makin kecil angkanya makin baik. Untuk torque per ratio, duet Rush-Terios dapat 8,5 kg/Nm, sementara BR-V 8,3 kg/Nm. Honda BR-V jelas unggul disini, walaupun tak begitu signifikan.

Penilaian Performa Mesin

Honda BR-V 8/10

Toyota Rush 7.5/10

Daihatsu Terios 7.5/10

 

Harga

Tipe Honda BR-V Toyota Rush Daihatsu Terios
Low M/T X M/T 186,9
Low M/T S M/T 226,5 X M/T EXTRA 197,2
Low A/T X A/T EXTRA 208,05
Medium M/T E M/T 236,5 G M/T 228,7 R M/T 219,1
Medium A/T E A/T 246,5 G A/T 238,7 R A/T 233,2
High M/T TRD M/T 238,95 R M/T ADV 229,3
High A/T Prestige A/T 261,5 TRD A/T 252,25 R A/T ADV 243,2

Harga Jabodetabek tanggal 3 Januari 2016.

Di tabel ini kami mencoba menyejajarkan setiap varian, dan dari situ didapat bahwa Honda BR-V lebih mahal dari Toyota Rush yang juga lebih mahal dari Daihatu Terios. Mungkin anda bertanya-tanya, kenapa Rush lebih mahal dengan Terios padahal fiturnya cukup setara seperti yang sudah dibahas tadi? Jawabannya, logo Toyota sepertinya menaikkan harga jualnya. Lagi pula, biarpun lebih mahal penjualan Rush hampir selalu lebih tinggi dari Terios walaupun selisihnya tak begitu jauh.  Kembali lagi, anda tidak bisa hanya melihat dari aspek harga saja.

Penilaian Harga

Honda BR-V 7/10

Toyota Rush 8/10

Daihatsu Terios 9/10

Kesimpulan

Honda BR-V menang di semua aspek, kecuali harga. Tentu bila anda tak fanatik pada satu merek saja atau memikirkan faktor harga, jelas BR-V adalah pilihan anda. Toyota Rush dan Daihatsu Terios perlu penyegaran besar-besaran biar bisa menyaingi BR-V secara layak.

Namun pilihan ada di tangan anda. Bila anda tidak sreg dengan BR-V atau malah tidak suka tiga-tiganya, tunggu review dan komparasi kami selanjutnya. Salam otomotif!

About Andra Febrian 80 Articles
Kenal dunia otomotif sejak 2006 dan mulai menulis dari 2012. Katanya jago photoshop, dan kurang paham mobil mahal.