Komparasi : Lebih Baik Mana Mobil LCGC Baru Atau Non LCGC Bekas?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – LCGC merupakan salah satu program alternatif pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat akan sebuah mobil, dan kami rasa program pemerintah yang satu ini berhasil. Tapi tunggu dulu, tahukah anda bahwa di rentang harga mobil LCGC yang semakin melambung naik, masih sangat banyak mobil bekas non-LCGC yang bisa memberikan value lebih dari sekedar mobil LCGC?

Kali ini, kami akan mengulas tuntas kelebihan berikut kekurangan membeli mobil baru tetapi masuk dalam kategori LCGC. Simak terus artikel ini!

Memang, mobil LCGC memberikan rasa kepuasan tersendiri dan memberikan image kepada konsumen bahwa mereka sesungguhnya bisa mendapat mobil baru dengan harga terjangkau. Apalagi untuk para first buyer yang ingin terbebas dari masalah mekanikal mobil setidaknya untuk beberapa tahun kedepan.

Namun, apakah lantas baru sudah pasti lebih baik? Pikirkan hal ini. Mayoritas masyarakat kita memilih mobil itu hanya karena image terjangkau, irit, dan beribu alasan klise lainnya. Tapi coba sekarang lihat dengan detail mobil LCGC yang kita dapatkan.

02

Apa yang bisa kita dapatkan di eksteriornya? Ambil contoh Daihatsu Ayla X matik yang saat ini berharga hingga Rp 120 jutaan. Memang dari sisi penampilan, ia tak begitu kosongan seperti contoh hadirnya beberapa aksesori pemanis, penggunaan pelek alloy serta hadirnya foglamp. Namun coba dekati dan cek kualitas pengerjaan, bahan, serta finishing dari mobil ini. Bukan hanya pelat body yang sangat tipis, tetapi plastik di bumper maupun beberapa part lain yang terasa ringkih.

Saya pribadi juga sedikit mengkhawatirkan tentang keselamatan, mengingat mobil ini katanya dirancang untuk membentuk crumple zone apabila terjadi benturan. Namun mengingat tipisnya pelat body, apakah masih bisa sang crumple zone melinduni nyawa orang didalamnya?

Lalu apabila kita membicarakan soal pengendaraan dan fun to drive? Kami masih sangat bisa memakluminya karena memang bukan itu yang dijual LCGC. Yang dijual LCGC adalah kepraktisan serta kemampuan membawa suatu massa dengan nyaman dan aman.

Namun kembali lagi ke tema, apabila kita geser sedikit ke bursa mobil bekas. Maka dengan uang Rp 120 jutaan kita bebas memilih beragam jenis mobil yang memang berkualitas diatas LCGC namun tanpa gengsi sebauh mobil baru. Coba tilik dengan uang Rp 120 jutaan kita bisa mendapatkan ambil contoh sederhana Toyota Avanza, Honda Jazz, bahkan Nissan X-Trail. Sungguh bukan mobil yang buruk, bukan?

Interior-Daihatsu-Ayla

Apabila kita menilik lebih dalam, maka interior dan fitur lagi-lagi bukanlah sektor yang dapat dibanggakan dari sebuah LCGC. Memang, dari sisi fitur terasa lumayan menjanjikan ambil contoh Toyota Agya TRD S yang merupakan tipe tertinggi telah tersedia 4 buah power window, head unit bertipe indash, serta dual airbag.

Namun dari sisi material, mobil ini masih terasa kurang baik. Attention to detailnya memang tak buruk untuk ukuran sebuah LCGC, tapi tengoklah fitur dan kualitas apa yang ditawarkan di mobil bekas non-LCGC. Menjanjikan bukan?

Lantas, apakah dapur pacu dari para LCGC ini cukup baik. Jawabannya ya, mereka yang rata-rata bermesin 3 silinder berkapasitas 1.000-1.200 cc memang cukup untuk menghela bobot keseluruhan LCGC ini.

Tetapi lagi-lagi kita menengok ke bursa mobkas, ada banyak pilihan mesin yang ditawarkan mulai dari LMPV 1.300 cc sampai sedan semi sport serta SUV 2.000 cc keatas bisa anda dapatkan. Apalagi jika anda cukup jeli memilih mobil, bisa jadi anda mendapatkan mobkas yang prima dan kualitas pengendaraannya masih setara kondisi baru. Cukup menarik bukan?

abcde

Nah, setelah kita berpanjang lebar tadi, saatnya kita mengadakan kesimpulan. Jadi mana yang terbaik? Pilihan tetap di tangan anda. Kami disini hanya berperan sebagai media yang memberi alternatif lain bagi anda. Namun, bagi kami memang mobil bekas Non-LCGC jauh memberikan value yang lebih baik, bukan hanya dari sisi harga namun dari sisi kualitas mengingat LCGC dibuat sangat basic dengan kualitas seadanya untuk mengejar harga agar tak melambung tinggi. Mobil bekas rasanya masih lebih layak dipilih meski tahun produksinya sedikit lebih lawas dibaningkan LCGC baru.

Solusi alternatif ini saya rasa cocok untuk anda yang tak terlalu memikirkan tahun pembuatan serta gengsi sebuah mobil baru. Dan satu lagi, solusi ini juga kami tujukan kepada anda yang masih mengutamakan kualitas pengendaraan, karena bagaimanapun juga, LCGC bukanlah kendaraan yang nikmat dikendarai.

Namun, bagi anda first buyer yang sedikit awam tentang mobil, mengutamakan kepraktisan dan tahun produksi, LCGC masih layak kok untuk dipilih. asalkan kalian jeli dalam merawat, LCGC pun tetaplah nyaman. Kami juga tetap mengapresiasi langkah pemerintah untuk mengeluarkan produk LCGC yang mungkin bisa memberi kontribusi macet yang sangat besar.. Hehehe… Bagaimana opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

About Adrians Ramadhani 15 Articles
Seorang pemuda yang tertarik akan dunia otomotif dan teknologi yang dimulai saat ia duduk di bangku SD.