Pilih Mana? Toyota Calya, Honda Brio Satya, Atau LMPV Bekas?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusId.com – Kehadiran Toyota Calya dan Daihatsu Sigra mampu membuat publik terkejut. Duo sejoli ini mampu menawarkan akomodasi 7 seater dengan harga dikisaran Rp 150 juta saja. Jauh lebih murah daripada sang kakak, Avanza yang sudah tembus 200 jutaan. Meski begitu, Calya-Sigra juga masih masuk ke segmen LCGC. Itu berarti ia akan bersinggungan langsung dengan Datsun Go+ Panca yang lebih murah sekitar Rp 30 jutaan. Dengan banderol yang cukup murah membuat kami tertarik untuk membandingkan Calya dengan beberapa mobil lainnya yang memiliki banderol serupa.

Lho, kenapa hanya Calya? Kami sengaja hanya pilih Calya karena sudah pasti mobil berlambang T oval bakal lebih laku dibanding merk lain. Untuk itu, kami memiliki   satu kandidat dari kelas LCGC dan dua kandidat dari kelas LMPV yang sudah berstatus bekas. Siapa saja mereka? Pertama kita mulai terlebih dahulu dari Toyota Calya dong. Dengan banderol Rp 150 jutaan, anda bisa mendapatkan sebuah LCGC 7 seater beneran (bukan 5+2) yang memiliki fitur lengkap, praktis, desain cukup oke, akomodasi lega dan mesin 1.200 cc 4 silinder dengan dual VVT-i yang bertenaga 88 hp dan bertorsi yang diklaim mumpuni dan irit.
image

Sayangnya, ia memiliki ban yang cukup cingkrang sehingga kalau melihatnya dengan angle yang salah akan terlihat tidak proporsional walau lebih mendingan dibandingkan Datsun Go+ Panca dengan velg 13 inci kebanggaan nya itu. Kualitas interior murahan dan body tipis juga sudah menjadi hal yang lazim di segmen LCGC. Syukurlah, interior Calya masih jauh lebih baik ketimbang Datsun Go+ Panca dari segi desain yang menurut kami terlihat cukup mewah dengan kelir coklat tua.

Untuk kandidat dari kelas LCGC. Disini kami memilih Honda Brio Satya E CVT yang memiliki harga serupa dengan Calya. Dengan banderol segitu, Brio Satya E memiliki keunggulan pada desain eksterior yang lebih dinamis, handling yang (sudah pasti) lebih fun dan akurat dan mesin yang lebih bertenaga dari Calya.
image

Honda Brio Satya E CVT menggunakan mesin 1.198 cc 4 silinder bertenaga 90 hp dan torsi 110 nm. Dengan body yang lebih ringan dan kecil dibanding Calya, jelas Brio Satya memiliki performa yang bagus. Soal fitur, bisa dibilang Brio Satya dan Calya seimbang. Wiper belakang sudah ada, headunitnya sudah double din dan hebatnya, Brio Satya sudah memiliki AC digital disemua type. Sayang, Brio Satya belum memiliki sensor parkir. Namun, dengan harga setara dengan Calya, anda harus meratapi nasib karena ia hanya bisa menampung 5 orang saja. Itupun ditambah dengan bagasi mini dan akomodasi belakang sempit, khas Brio.

Brio Satya juga memiliki ground clearance lebih rendah daripada Calya sehingga berpotensi mentok ketika melewati jalan berlubang. Soal material interior kurang baik pun sepertinya sudah menjadi hal yang lazim bagi mobil – mobil Honda masa kini.
image

Selanjutnya, kami menghadirkan Toyota Avanza G AT yang merupakan kakak dari Calya. Namun, Avanza yang kami sarankan ini merupakan Avanza yang berstatus bekas. Dengan umur kendaraan baru sekitar 3 tahun, harga untuk seekor Avanza G AT sudah terbilang setara dengan Calya. Dengan harga setara dengan Calya, anda bisa mendapatkan LMPV yang lebih lega dari Calya, mesin yang lebih bertenaga, lebih tangguh dan lebih kuat nanjak karena pakai RWD, begitulah tvc legendaris nya. Namun, soal fitur Avanza G harus mengalah pada adiknya, begitu juga dengan konsumsi bbmnya yang pasti sedikit lebih boros.

Soal bantingan suspensi dan handling, Avanza sudah terkenal akan suspensinya yang kurang nyaman dan handling limbungnya. Sektor kepraktisan kami anggap setara karena kedua mobil ini sama – sama memiliki storage yang sangat banyak. Oiya, apabila anda membeli Avanza, tentu tidak akan eksklusif mengingat kendaraan ini sangat sering dijumpai dijalan. Apalagi dengan status bekas membuat beberapa orang menganggap “kurang mampu beli mobil baru, akhirnya beli bekas aja deh”.

Kandidat terakhir jatuh kepada Suzuki Ertiga GL AT 2013. Dengan tahun dan harga yang mirip kandidat lainnya, Ertiga mampu memberikan kenyamanan yang lebih ketimbang semua mobil yang sudah disebutkan diatas. Mobil ini memiliki desain eksterior elegan (kecuali belakangnya), interior mewah di kelasnya, suspensi dan handling baik, dan mesin yang terkenal irit, seperti kandidat lainnya. Walau mungkin akan sedikit kalah dibanding Calya.
image

Karena ini varian menengah, maka fiturnya bisa dibilang setara dengan seluruh kandidat disini. Sayangnya, soal kepraktisan ia kalah dari Calya-Avanza. Namun bukan berarti Ertiga tidak praktis. Kelemahan mobil ini ada pada desain belakang jelek, tidak adanya sensor parkir, dan beberapa orang mengatakan bahwa tenaga Ertiga tidak seperkasa pesaing RWDnya ditanjakan. Soal akomodasi, Ertiga sedikit kalah dari Avanza, namun sedikit lebih lega dari Calya.

The Verdict
image

Dengan banderol Rp 150 jutaan saja, ternyata Toyota Calya tak hanya mampu mengoyahkan rivalnya saja, akan tetapi para LMPV yang notabene memiliki kelas yang lebih tinggi dibanding Calya. Buktinya, soal akomodasi, kepraktisan dan fitur, Calya mampu menyamai bahkan mengungguli kandidat – kandidat diatas. Nah, sekarang tinggal kembali ke selera masing – masing. Jika anda menginginkan LCGC yang “muat banyak”, irit dan berfitur lengkap, bisa pilih Calya. Sedangkan jika anda anak muda atau keluarga muda yang ingin LCGC fun to drive dengan desain eye catching, Brio Satya tampil dengan sangat baik.

Namun, jika anda fansboy LMPV yang menginginkan sebuah kendaraan tangguh, muat banyak, irit dan performa baik, Avanza merupakan pilihan yang tepat. Sedangkan bila anda pengincar kenyamanan lebih, Ertiga mampu melakukannya. Oh iya, kedua mobil diatas kami rekomendasikan dalam kondisi bekas. Nah semoga artikel diatas mampu memberikan referensi untuk kalian yang masih mikir – mikir mau beli Calya atau mobil lain dengan harga serupa. Nantikan artikel – artikel lainnya hanya di AutoPlusId.com. Maju terus otomotif Indonesia!

About Hanif Mulia Ramadhan 90 Articles
Seorang remaja tanggung yang sangat menyukai dunia otomotif sejak kecil dan bercita cita ingin menjadi desainer mobil. Sangat suka dengan mobil - mobil jdm yang sporty dan american muscle yang gagah.