Test Drive : Hyundai Tucson CRDi, The Master Of Torque

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Sejak kehadiran varian Santa Fe Diesel generasi kedua di Indonesia, kami sangat suka dengan mesin Diesel dari Hyundai group karena memiliki karakter yang halus dan performa nya juga sangat diandalkan toh mengingat Diesel buatan Hyundai ini juga menjadi Handicap atas penjualan Hyundai di Indonesia terlebih pada varian Santa Fe dimana yang mesin Diesel menjadi produk terlarisnya. Kesuksesan Santa Fe Diesel juga dibarengi dengan Kesuksesan Hyundai H-1 Diesel. Kedua mobil tersebut sampai saat ini menjadi volumemaker Hyundai di Indonesia. Setelah sukses dengan kedua produk Diesel di Indonesia. Kini, Hyundai memberikan diri untuk memberikan mesin Diesel ke Hyundai Tucson di Indonesia.  Sebelumnya, Hyundai Tucson hanya tersedia pada varian 2.0 cc Bensin saja tapi kali ini Hyundai dengan bangga memperkenalkan Mid SUV ini dengan mesin Diesel. Seperti apa pengalaman kami bersama Tucson CRDi ini?  Yuk kita simak!
Click Download to save this image
Desain mobil ini seakan-akan melompat jauh dari generasi sebelumnya, bahkan jika ditempel emblem mobil eropa pun masih sangat layak
Saat melihat Pertama Kali melihat nya yang kami rasakan adalah model nya yang memukau dengan bahasa desain fluidic sculpture 2.0 yang membuat desain dari mobil ini terlihat mewah di jalan raya belum lagi grill depan yang besar juga Mampu menambah kesan kuat di Mobil ini. Di bagian samping mobil ini terlihat proporsional dengan tambahan roof rail.  Walaupun begitu, desain dari belakang mobil ini cenderung simple namun berkarakter khas mobil eropa. Desain keseluruhan dari mobil ini kami akui sangat menarik dan garis garis desain nya mengalir secara natural. Tidak sia-sia, saat Hyundai membajak Peter Schreyer menjadi desainer utama dalam pengembangan Tucson generasi ketiga ini.
Click Download to save this image
Walaupun di bagian belakang biasa saja, tapi desain secara menyeluruh seakan-akan mengalir dari depan hingga belakang
Keindahan desain Eksterior mobil ini juga masuk ke dalam Interior dari Tucson karena layout panel instrumen mobil ini sangat rapi dan mewah. Memang ia agak simpel tapi penempatannya juga sangat baik, terutama penempatan Audio terintegrasi nya sangat rapi. Tetap, saat melihat kualitas material dari mobil ini berbanding terbalik dengan desainnya. Memang, Tucson CRDi memiliki material empuk di dasbor tetapi material empuk tidak serta merata di kabin dari mobil ini, belum lagi hal yang paling tidak disukai oleh kami adalah panel hitam yang sangat mudah sekali kotor terkena minyak dan bekas jari dan hal tersebut cukup mengganggu dari kebersihan kabin mobil ini. Handicap dari mobil ini yang kami rasakan di Interior nya ialah Akomodasi dari mobil ini. Ia mempunyai posisi duduk yang sangat ergonomis dengan bantuan pengaturan stir baik tilt dan teleskopik, selain itu atap panoramic sunroof membuat kesan lega bertambah pada mobil ini. Duduk di baris kedua mobil ini yang kami rasakan akomodasi nya cukup luas dalam hal legroom serta paha dapat tersangga dengan sangat baik dan Hyundai sangat cerdas karena walaupun pada baris kedua mobil ini tidak dapat di maju-mundurkan, tetapi dengan metode pelepasan partisi hingga dua langkah, maka mobil ini memiliki akomodasi pada baris kedua yang semakin luas. Pada bagasi mobil ini tersimpan volume bagasi 478 liter berdasarkan metode VDA, tetapi jika baris kedua dilipat rata, maka Tucson dapat mengakomodir bagasi hingga 1.500 liter. Untuk menutup bagasi, mobil ini sudah dilengkapi oleh power back door yang meningkatkan kepraktisan dari mobil ini. Bagi kami sebenarnya tidak ada masalah di dalam interior nya. Hanya saja, andaikan Tucson Diesel ini menggunakan interior berwarna hitam seperti varian Bensin, maka Tucson Diesel ini akan terasa mewah dan hal-hal yang kami rasa “murahan” rasanya akan sirna.
Click Download to save this image
Mesin Turbo elektrik dengan tenaga yang besar ini menjadi Handicap utama dari Hyundai Tucson CRDi eVGT.
Saat kami melihat jantung pacu mobil ini, tersimpan mesin 2000 cc, empat silinder Diesel CRDi dengan tenaga 178 Hp dan torsi 400 Nm yang disalurkan ke roda depan dengan transmisi otomatis enam percepatan. Tenaga dan torsi yang sangat besar tersebut dibarengi dengan bobot mobil ini yang hanya 1,65 Ton saja. Figur tersebut memiliki kemiripan dengan mobil-mobil Diesel dari Eropa yang dikenal mungil tetapi menghasilkan output yang luar biasa. Tapi ingat, mesin ini hanya dapat menggunakan bensin Pertamina Dex, karena mengingat teknologi mesin Dieselnya yang sangat canggih. Melihat figur angka diatas kertas spesifikasi, meyakinkan kami bahwa mobil ini punya mesin yang sangat kuat, dan hal tersebut benar-benar terjadi karena Tucson CRDi ini memiliki mesin yang sangat bertenaga bahkan gejala lag khas Turbodiesel juga sangat minim, tidak hanya itu getaran mesin dan keheningan kabinnya juga sangat baik sekali bahkan dapat diadu dengan mesin Bensin sekalipun. Kami sangat suka sekali dengan mesin ini, belum lagi performa mobil ini sangat impresif karena mobil ini mampu melaju dari 0 ke 100 Km/Jam dalam tempo 8.9 Detik dan mesin hanya bekerja pada rentang 1,750 RPM. Walaupun tenaganya sangat impresif, mobil ini sering mengalami gejala overspin saat melakukan akselerasi, bahkan kami merasa besaran tenaga tersebut dapat menerkam anda jika anda tidak memahami karakter mesin Diesel ini.
Kehalusan dan performa yang kuat tersebut juga dibarengi dengan transmisi enam percepatan yang sigap dan halus sehingga membuat konsumsi BBM dari mobil ini sangat efisien, terbukti saat berjalan konstan 80 Km/Jam mobil ini sanggup mencetak angka 21,2 Km/L dan di rute dalam kota dengan rata-rata 19 Km/Jam ia mampu mencetak angka 12,5 Km/L. Data yang kami sebutkan tadi menggunakan bahan bakar dengan cetane 53. Impresi performa yang dikategorikan sempurna buat kami juga ditunjang dengan karakter suspensi layaknya mobil eropa dengan rasa yang jauh lebih premium. Karakter suspensi dan bantingannya sangat dewasa tanpa mengurangi kestabilan mobil sehingga membuat mobil ini merupakan salah satu mobil Diesel dengan pengendaraan yang asyik.
Walaupun dengan performa yang sangat baik dan desain yang memukau. Kami merasa mobil ini masih terdapat kekurangan pada fitur yang tergolong minim bahkan banyak sekali slot kosong di Mobil ini sehingga terasa sekali minim fitur. Hal tersebut dikarenakan untuk menekan harga jual dari mobil ini yang masih diimpor utuh dari Korea Selatan. Selain itu, pengereman dari mobil ini tergolong cukup keras, yang sebenarnya kami ketahui untuk mengurangi gejala Brake Dive di Mobil ini. Selain itu, fitur keselamatan dari mobil ini masih sangat minim dan hanya mengandalkan ABS,EBD, dan rem cakram empat buah dan dua buah kantung udara, padahal di Negara asalnya dan di Eropa mobil ini sarat akan teknologi terkini termasuk Lane Keeping Assist dan Autonomous Emergency Brake.
Dengan harga 458 juta, memang mobil ini terasa mahal sekali dengan fitur yang ditawarkan, belum lagi dalam rentang harga tersebut masih banyak pilihan yang menarik, salah satunya Chevrolet Captiva VCDi sebagai pesaing utamanya dimana ia memiliki fitur yang lebih lengkap dan value for money yang lebih baik. Tapi, mobil ini sangat enak untuk digunakan sebagai mobil harian dengan performa dan efisiensi yang luar biasa. Mobil ini bagi kami rasanya pilihan yang sangat tepat jika anda membutuhkan mobil Diesel kompak dengan pengendaraan yang fun dan mudah sekali dikendarai di perkotaan yang sangat padat.
+ Plus
  • Desain Eksterior
  • Performa
  • Karakter Suspensi
  • Noise, Vibration, Harshness
  • Konsumsi BBM
– Minus
  • Fitur Minim
  • Harga Terlalu Tinggi
  • Memerlukan Kualitas Bahan Bakar Tinggi
  • Kualitas Material Biasa Saja
About Reyhan Apriathama 111 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.