Test Drive : Nissan March 1.500 Model Year 2017

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Pada awal 2017 silam PT Nissan Motor Indonesia melakukan penyegaran minor untuk produk city car nya yaitu Nissan March. Awalnya kami mengira mereka akan meluncurkan Nissan March generasi terbaru seperti yang diluncurkan  di Benua Eropa dengan desain sway concept yang sangat menarik bahkan melompat sangat jauh dari generasi yang dijual saat ini. Memang kami harus mengakui mobil ini sudah memperlihatkan umurnya yang semakin menua sehingga kami sangat berharap mobil ini sudah sepantasnya menerima model baru yang lebih segar. Lantas bagaimana impressi kami terhadap mobil ini, mari kita simak.

Secara desain eksterior mobil ini terlihat hampir sama bahkan seakan akan nyaris tidak ada ubahnya sejak penyegaran dari Nissan March yang telah dilakukan sejak akhir tahun 2013 silam. Desainnya masih sama dari setiap sudut, hanya saja penyematan lampu DRL menjadi pembeda untuk mobil ini sehingga terlihat baru dan mewah, walaupun kami menilai skeptis kehadiran lampu DRL pada mobil ini sebagai variasi belaka sehingga pemilik March lama mungkin akan mudah mencari lampu DRL yang mirip dengan DRL model terbarunya. Dibagian samping khusus untuk varian 1.500 cc aksen side body moulding dihilangkan sehingga mengurangi nilai estetika dan proporsional untuk mobil ini. Sementara, dibagian belakang mobil ini sama persis seperti pada March sebelum facelift terakhir ini. Secara keseluruhan, desain eksterior dari mobil ini memang sudah cukup berumur dan membosankan sehingga kami harap Nissan untuk memberikan generasi terbaru dari Nissan March di Indonesia.

Lanjut ke Interior, perubahan yang sangat terasa ialah hadirnya layar monitor multimedia aftermarket milik Kenwood yang mampu memutar CD, USB, Aux, Bluetooth, maupun HDMI, kualitasnya menurut kami tergolong cukup baik terlepas mobil ini hanya memiliki empat buah speaker yang cukup nyaring. Selebihnya masih sama, kualitas material plastik yang mudah tergores melingkari setiap sudut interior, sementara aksen Piano Black di bagian instrumen tengah setidaknya membuat kesan mewah pada City Car ini. Untuk urusan penyimpanan mobil ini memiliki total 5 buah cup holder, dua penyimpanan tertutup, tiga buah penyimpanan terbuka namun di bagian jok sayangnya tidak ada saku penyimpanan sehingga mengurangi kepraktisan dari mobil ini.

Posisi duduk dari mobil ini harus kami akui kurang ergonomis, ia tergolong tinggi untuk sebuah City Car walaupun dalam posisi terendah sekalipun, belum lagi walaupun memiliki armrest ternyata posisinya cenderung tinggi sehingga posisi duduknya terasa kurang fleksibel untuk pengemudi. Untuk urusan akomodasi mobil ini tergolong lega untuk orang dengan postur besar dan headroom di bagian belakang terasa sangat baik untuk sebuah citycar dan legroom pun terasa cukup lega dan kaki dapat menjulur sedikit kedalam agar lebih rileks. Tidak hanya itu, kehadiran seatbelt tiga titik membuat mobil ini cukup propper untuk tiga orang di baris kedua dan terasa cukup lega untuk orang dengan postur kurang dari 175 cm.

Mobil unit tes kali ini dilengkapi oleh mesin HR15DE 1.500 cc empat silinder dengan tenaga 102 Hp dan torsi 106 Nm. Mesin tersebut menyalurkan tenaganya keroda depan dengan transmisi otomatis prasejarah empat percepatan. Mesin tersebut sama seperti mesin yang digunakan oleh Nissan Livina, Juke, dan Evalia namun untuk Nissan March memiliki output yang sedikit berbeda dribanding dengan kakak-kakaknya. Untuk urusan keselamatan mobil ini sudah dilengkapi oleh rem ABS, EBD, dua buah Airbags dan VSC yang siap memberikan grip dan traksi terbaik saat berkendara.

Saat mengendarai Nissan March 1.500 cc Facelift ini yang kami rasakan ialah karakter bantingan dan suspensi nya yang cenderung kaku dan agak keras terutama ketika kita harus menghadapi ketidakrataan jalan dan polisi tidur, mobil ini guncangannya akan sangat terasa hingga masuk kedalam kabin sehingga mengurangi keheningan dari kabin, belum lagi keheningan kabin khususnya peredaman bawah dan ban menjadi catatan untuk kenyamanan perjalanan di mobil ini. Untuk urusan performa mesin walaupun bermesin besar dan bobotnya tergolong ringan ternyata akselerasi yang dihasilkan oleh mobil ini tergolong biasa saja karena berdasarkan parameter 0-100 Km/jam tuntas dalam tempo 12.1 detik, figur tersebut untuk mesin 1.500 cc dengan bobot 1.012 kg akan lebih baik lagi jika mobil ini dilengkapi oleh transmisi CVT atau mode manual untuk memberikan respons transmisi yang lebih baik lagi karena respons transmisi mobil ini tergolong kurang sigap. Untuk konsumsi bahan bakar mobil ini dapat menunjukkan handicapnya karena pada kecepatan konstan 80 km/jam mobil ini mampu mencetak angka 21,4 Km/L dan di rute dalam kota mobil ini mampu mencetak angka 12,5 Km/L, figur tersebut dirasa cukup baik untuk mobil ini, belum lagi radius putar dari mobil ini tergolong sangat  baik sehingga sangat mudah untuk dikendarai walaupun setir dan roda terasa tidak menyatu seperti umumnya khas Power Steering elektrik.

Kami dapat simpulkan bahwa mobil ini sudah sepantasnya diberikan penyegaran berupa penggantian model terbarunya untuk dapat bersaing dikelas ini. Walaupun begitu ia merupakan salah satu City Car dengan pengendaraan yang terbaik dan memiliki fitur yang tergolong cukup lengkap, namun dengan harga 215,6 jt rupiah OTR DKI Jakarta, kami rasa harga mobil ini tergolong tinggi mengingat pesaing terdekatnya seperti Chevrolet Spark memiliki harga yang lebih kompetitif dengan fitur yang setara dan multimedia yang lebih up to date.

+ Plus

  • Fitur
  • Akomodasi
  • Konsumsi BBM

–   Minus

  • Harga
  • Performa Biasa Saja
  • Model Berumur

 

About Reyhan Apriathama 89 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.