Back End Polo TSI

Test Drive : VW Polo TSI

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Terus terang saja ketika melihat selembar kertas yang berisi daftar harga mobil Volkswagen tiba-tiba saya terkejut melihat harga VW Polo 1.2 TSI seharga Rp 259 juta on the road DKI. What? Sebuah mobil Eropa ingin menandingi dominasi mobil Jepang? Sebenarnya cukup mustahil tapi mungkin juga bisa menjadi peluang meraup kue penjualan di kelas Small Hatchback yang selama ini hanya dihuni oleh pemain dari Jepang dan Amerika.

At a glance

Accessories Polo TSI
Accessories Polo TSI

VW Polo di Indonesia sesungguhnya sudah ada sejak tahun 2011 tetapi dengan mesin 1.4 L MPI yang pada saat itu orang kurang menyukai lantaran masih menggunakan sistem Naturally Aspirated alias non-turbo dan tenaganya juga terasa underpowered walaupun sudah ber-girboks DSG yang diklaim sebagai transmisi terbaik yang di produksi oleh VW. Selain itu, faktor kegagalan nya juga karena harga nya yang tidak terpaut jauh dengan VW Golf 1.4 TSI yang dianggap lebih affordable.

Kali ini, VW melakukan penyegaran untuk VW Polo melalui mesin 1.2 TSI Turbo dengan tenaga 105 dk dengan torsi 175 Nm dan juga pengubahan wajah pada bumper dan grill yang lebih lebar. Mesin tersebut disalurkan melalui penggerak roda depan dan transmisi khas VW yaitu DSG 7 percepatan. Di Indonesia, mobil ini bersaing dengan Mazda 2, Toyota Yaris dan Honda Jazz. Persaingan ketiga mobil Jepang ini pun di Indonesia tergolong sengit walaupun saat ini Mazda 2 adalah sebuah produk yang paling inovatif di kelasnya.

Tetapi, dalam kasus ini VW juga terlihat meyakinkan untuk menghadapi serangan balik dari negara matahari terbit dengan mengeluarkan mobil buatan Eropa dengan harga yang setara dengan mobil Jepang. Mengapa mobil ini memiliki harga yang kompetitif walaupun ia berstatus CBU?

Ternyata mobil ini diproduksi di pabrik VW di Chakan, Maharashtra, India. Mengapa harus India? VW Indonesia mengimpor Polo dari India karena pabrik VW di India merupakan pabrik VW yang dikhususkan juga untuk kegiatan ekspor produk VW ke beberapa Negara, selain itu ATPM VW di Indonesia juga memanfaatkan skema ASEAN-India free trade agreement dengan tujuan memanfaatkan insentif bea impor dengan negara yang bekerjasama.

Lantas, dengan adanya fakta bahwa mobil ini di impor dari India apakah akan mengurangi cita rasa VW sebagai mobil Eropa? Kami akan mengeksplor mobil ini terlebih saya pribadi cukup fanatik dengan VW terutama pada sebuah VW Golf yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Desain Eksterior

Back End Polo TSI
Back End Polo TSI

Desain eksterior mobil ini sesungguhnya sudah ada sejak tahun 2009. Pada awal perjalanannya mobil ini sempat diganjar penghargaan “World Car Of The Year 2010”. Mobil ini desainnya walaupun terlihat sudah berumur tetapi masih terlihat segar dan tetap terasa ikonik khas VW, karena mobil ini terakhir melakukan penyegaran pada tahun 2014 dengan grill dan bemper yang baru. Selain itu, mobil ini berplatform VW PQ25 yang juga berbagi sasis dengan Audi Q1.

Walaupun desain mobil ini ikonik, tetapi melihat lampu mobil ini terasa sangat konservatif terlebih penyematan lampu depan halogen yang terbilang sudah sangat jadul untuk sebuah mobil Eropa. Mungkin penyematan lampu halogen dikarenakan faktor pengurangan biaya agar harga lebih kompetitif. Sekilas desain dari samping hingga belakang mobil ini tidak berbeda dengan desain VW Polo MK5 sebelum facelift.

Apakah mobil ini hanya tersedia pada sebuah hatchback lima pintu saja? Jawabannya tidak, karena Polo tidak hanya diproduksi pada hatchback lima pintu, tetapi juga sebuah crossover, sedan dan hatchback tiga pintu.

Desain Interior

Dashboard Polo TSI. Sayang belum soft touch.
Dashboard Polo TSI. Sayang belum soft touch.

Desain interior mobil ini tergolong rapi khas mobil Jerman. Tapi sayangnya, kualitas material dasbornya terasa sangat murahan dan mungkin tidak lebih baik plastiknya dibanding mobil Jepang seperti Mazda2 sekalipun.

Selain itu, mobil ini memiliki posisi duduk yang sangat ergonomis untuk pengemudi dan penumpang depan. Meter cluster pada mobil ini terlihat seperti VW pada umumnya dan tergolong kecil walaupun terlihat jelas. Selain itu, meter cluster mobil ini tergolong informatif khas VW.

Untuk urusan audio mobil ini mungkin untuk yang gemar teknologi dan gadget akan kecewa karena audio mobil ini tergolong jadul dan layarnya monokrom. Walaupun begitu, audio mobil ini untuk sekedar konektivitas saya rasa sudah cukup karena sudah terdapat CD, USB, SD card dan Bluetooth dan mendukung dengan telepon genggam.

Untuk kepraktisan mobil ini memiliki ruang penyimpanan yang masih kurang terlebih sebuah hatchback memiliki kodrat sebagai mobil yang praktis dan ideal sesuai dengan kebutuhan kaum perkotaan. Menengok ke belakang, sesungguhnya mobil ini terlihat sempit untuk orang seperti saya yang berpostur 180 cm dengan berat sebesar 88 kg. tetapi untuk orang yang lebih kecil saya rasa tidak akan masalah tetapi saya tidak merekomendasikan orang yang berpostur seperti saya melakukan perjalanan jauh atau roadtrip dengan mobil ini atas dasar kenyamanan penumpang.

Climate control, bukan cuma AC Digital
Climate control, bukan cuma AC Digital

Performa

Ah, mesin TSI selalu memegang peran penting disini
Ah, mesin TSI selalu memegang peran penting disini

Bicara soal performa, VW Polo amat sangat diacungi jempol karena mesin 4 silinder 1.200 cc nya memiliki tenaga yang sangat memadai untuk perkotaan dan memiliki respons mesin yang lebih dari cukup untuk sebuah compact hatchback. Mobil ini dapat berakselerasi dari diam ke 100 km/jam selama 10.2 detik. Sebuah akselerasi tercepat dikelasnya.

Tidak hanya tenaga yang memadai tetapi transmisi nya juga menjadi daya tarik karena penggunaan transmisi DSG 7 percepatan yang sangat sigap dan presisi tidak hanya di kemacetan saja tetapi juga saat dipacu di kecepatan tinggi mobil ini menunjukkan impresi berkendara yang luar biasa khas VW. Sayangnya, transmisi nya tidak mempunya paddle shift, tetapi itu bukan sebuah masalah dan tidak mengurangi keasyikan berkendaranya.

Pepatah menyatakan “Kencang pangkal boros” apakah terjadi pada mobil ini? Saya rasa jauh dari pepatah tersebut karena mobil ini mampu mengolah bahan bakar dengan sangat baik untuk konstan dengan kecepatan 80-100 km/jam mobil ini mampu mencetak angka 21,2 km/liter.

Tetapi dengan kecepatan 50-60 km/jam ia dapat dipastikan mencetak angka pada range 25-30 km/liter, sementara di dalam kota konsumsi BBM nya dengan rata-rata kecepatan 20-22 km/jam, mobil ini mencetak angka sebesar 14.1 km/l.

Angka tersebut, sangat fantastis dan bahkan paling impresif di kelasnya. Dan ingat, transmisi DSG 7 percepatan nya yang digunakan oleh VW Polo jauh lebih lembut dan tidak se-sensitif seperti Golf MK6 ataupun dengan Polo 1.4 L sebelumnya.

C'mon, test me!
C’mon, test me!

Pengendaliannya sangat presisi layaknya sebuah VW Golf, dia tidak terasa limbung dan suspensi nya tidak terlalu keras tetapi sangat stabil terutama untuk meliuk tikungan dan menyalip mobil maupun overtaking.

Fitur Keselamatan

Fitur keselamatan pada mobil ini tergolong standar rata-rata sebuah mobil. Ia sudah memiliki sistem pengereman ABS, EBD, BA, dan ESP serta penggunaan kantung udara pada pengemudi dan penumpang.  Sayangnya, mobil ini belum dilengkapi oleh cakram pada roda belakang.

Kesimpulan

IMG_3423

Apakah dengan harga Rp 259 juta on the road DKI Jakarta mobil ini layak dibeli melalui slogan “My First European Car?” Saya rasa sangat pas dan layak terlebih harga tersebut terbilang sangat kompetitif untuk sebuah VW Polo yang di impor dari India.

Jika anda rasa mobil ini pas untuk anda dan benar-benar suka, saya anjurkan anda untuk gunakan rasa emosional anda dalam memutuskan untuk membeli mobil ini dan lupakan rasio pola pikir ekonomis anda sebagai manusia ekonomi karena mobil ini memiliki kesan berkendara tersendiri yang mungkin tidak anda rasakan pada kompetitor dari Negeri Matahari Terbit. Why? Because of the technology.Tidak hanya rasa emosional terhadap mobil ini, tapi juga rasa status sosial anda akan terangkat dengan mobil ini terlebih mobil ini berasal dari Jerman dan juga sifat mobil ini tidak hanya cocok untuk digunakan sehari-hari tapi juga untuk mobil hobi karena saat ini mobil tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan saja tetapi juga sebagai gaya hidup yang mewakili setiap kalangan.

Jika anda memutuskan membeli mobil ini saya pastikan anda tidak akan menyesal terutama jika anda seorang petrolhead ataupun orang yang suka menyetir sendiri sehari-hari. Tapi, jika anda mengutamakan akomodasi ataupun fitur multimedia sebagai pertimbangan saya rasa anda harus pikir lagi kecuali keluarga anda atau teman anda memiliki postur tubuh yang besar, karena mobil ini dalam hal akomodasi tidak se-superior Jazz atau Yaris dan juga kecanggihan multimedia nya tidak sebaik Mazda2 dengan MZD Connect nya yang sangat inovatif dikelasnya.

Well, Stay tune di AutoPlusID.com untuk review mobil baru dan berita-berita terbaru mobil di Indonesia dan dunia internasional. See ya!

Test Driver : Reyhan Apriathama

About Veyvez Zatha 29 Articles
Petrolhead alias reviewer mobil yang nyasar ke dunia hitung-hitungan alias matematika. Penggemar sejati air-cooled Porsche. Cari dia di Instagram @veyvez