Toyota CH-R : Sebuah Pertidaksamaan Logika Dan Emosional

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Toyota CH-R meluncur di Indonesia dengan banderol yang sangat tidak logis, bagaimana tidak jika sebuah crossover yang bermain dikelas Honda HR-V, Chevrolet Trax dan Mazda CX-3 ini dibanderol seharga hampir 500 juta. Harga yang mahal tersebut seakan-akan membuat banyak netizen kelas petrolhead menilai harga tersebut sangat overpriced mengingat harga tersebut sangat tidak layak bagi sebuah crossover. Well, bagi saya itu hanya sebuah pendapat dan preferensi orang. Memang dengan harga hampir 500 juta saja, anda pun pasti akan memilih untuk membeli mobil yang lebih masuk akal dan sesuai kebutuhan seperti Toyota Fortuner, Honda CR-V, Renault Koleos, mungkin juga jika tidak mempermasalahkan Baru/Bekas, nominal tersebut juga dapat menebus Toyota Alphard, Nissan Elgrand, bahkan Lexus RX270 yang jauh lebih mewah dan akomodatif.

Secara desain dari mobil ini memang mempunyai karakter yang sangat kuat, karena mobil ini seperti datang dari masa depan dengan desain yang sangat cantik dan mempunyai attention to detail yang sangat baik. Selain itu, pada desain interior dari mobil ini terlihat sangat modern dan mewah, memang kesan sempit dan claustrophobic masih sangat terasa bagi penduduk belakang. Pada sisi interior dari mobil ini pun juga dibuat cukup futuristik dan modern, sehingga wajar saja jika orang memberikan asumsi jika mobil ini adalah sebuah masa depan yang sudah dipikirkan secara baik oleh Toyota.

Dengan harga yang sama, anda juga bisa membeli RX270 dengan akomodasi dan kenyamanan yang jauh lebih manusiawi

Memang harga tidak bisa bohong, “480 juta kok elo beli crossover? Muke Gile? ” Itu mungkin adalah jawaban orang banyak jikalau anda membeli Toyota CH-R. Seakan akan saya bisa bilang kalo mobil ini dianalogikan seperti seseorang yang jatuh cinta pada pasangannya. Mengapa? Karena jatuh cinta bisa dari mata lalu ke hati. Mungkin ini cara saya memberikan persepsi terhadap Toyota CH-R. Mobil ini secara tidak langsung bukan mengutamakan pada pasar yang umum, melainkan strategi Toyota dalam memberi ceruk pasar. Terbukti, Toyota hanya mematok 100-140 unit dalam sebulan untuk memasarkan CH-R, urusan aftersales?  Tidak usah khawatir, karena Toyota memastikan segalanya bagi konsumen CH-R.

CX-3 bisa memberi keseimbangan dikelas ini karena bisa memberi hal yang sama dengan paket yang ljuga menarik

Tinggi nya harga CH-R Tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan terjadi di seluruh belahan dunia dan di seluruh benua. Rata-rata harga dari mobil ini dipatok pada harga dari 400-600 jutaan, dengan asumsi rata-rata harga di seluruh dunia ada pada rentang 440 juta rupiah dalam satuan kurs. Bahkan, harga di benua eropa saja sudah mendekati harga dari BMW X1 sekalipun. Di Asia, mobil ini langsung berhadapan dengan Honda HR-V, Nissan Juke dan Mazda CX-3. Sementara, di Benua Eropa mobil ini mempunyai persaingan yang jauh lebih sengit, lihat saja pesaing dari mobil ini seperti Nissan Qashqai, Honda HR-V, Mazda CX-3, Peugeot 2008, Hyundai Kona, Seat Arona, VW T-Roc, dan Skoda Karoq. Rentang harga di benua biru rata-rata dimulai dari harga EUR 24.000  (400 jutaan) hingga 31.000 (520 jutaan).

Ada beberapa faktor yang membuat konsider dari Toyota CH-R menjadi sangat tinggi, dimana mobil ini sudah menggunakan platform global Toyota yaitu Toyota New Global Architecture (TNGA) yang dimana, Toyota seakan-akan memberi nafas baru untuk semua produknya yang akan memberi kesenangan, keasyikan berkendaran dan kenikmatan dalam satu paket yang sangat baik. Selain faktor tersebut, juga mobil ini lebih diarahkan untuk segmen negara maju yang mengutamakan kendaraan perkotaan yang cerdik. Terlepas dari harga yang sangat Tinggi, Toyota juga memberi sebuah benchmark untuk produk Toyota yang akan datang dengan menerapkan nya ke Toyota CH-R seperti Toyota Safety Sense dan Penerapan suspensi maupun rangka sasis yang menunjang keasyikan mengemudi.

Harga CH-R yang tinggi, tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan harga mengikat di belahan dunia manapun.

Usaha Toyota dalam mengembangan TNGA dan CH-R pun juga tidak sia-sia, mengingat ulasan media internasional menyatakan jika penggunaan suspensi double wishbone pada bagian belakang memberi sentuhan keasyikan berkendara dan rasa berkendara yang sangat baik, terutama jika mobil ini digunakan di dalam perkotaan yang sibuk dan padat. Pengendaliannya pun juga diacungi jempol karena mobil ini juga sangat baik dengan sasis yang cukup mendukung, terlepas bahwa mobil ini bukan yang terbaik dalam hal performa mengingat orientasi CH-R ada pada sisi efisiensi bahan bakar, dalam ulasan di benua Eropa varian 1.200 Turbo justru lebih direkomendasikan dibanding varian mesin lain termasuk varian Hybrid.

The Glorified CH-R,kalo CH-R udah mahal bagaimana pendapat kamu tentang UX dengan basis Toyota CH-R?

Dengan beberapa hal positif terkait dengan Toyota CH-R, apakah masih layak mobil ini untuk dibeli? Jawabannya kembali ke pikiran masing-masing, karena mobil ini memang dibeli karena emosional, faktor desain yang sangat menarik sehingga jika anda suka dan punya duit berlebih maka tidak ada salahnya memilih mobil ini, karena mobil ini juga merupakan sebuah toyota yang berbeda akan keasyikan berkendaranya hingga anggapan orang yang menilai seperti masa depan Toyota yang sudah digenggam. Jika kamu bisa membeli dan benar-benar suka, maka kamu seperti mendapat seorang wanita cantik yang sulit untuk ditakluki.

 

About Reyhan Apriathama 153 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.